Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 November 2015

Hidup Ini Seperti Mimpi

By : Satria Ibnu Abiy (Sabbi)

Terkadang emang hidup itu kayak mimpi ya, banyak kejadian di dalamnya yang cepat terjadi dan cepat berlalunya.

Rasanya baru kemarin kita belajar jalan, jatuh trus dipapah lagi sama ibu kita, tahu-tahu sekarang udah bisa ikut lomba lari aj.

Pun masih ingat dan berasa segar di pikiran kita rasa bahagia dan deg-degan saat masuk ke kelas di hari pertama kita sekolah ya, eh sekarang malah udah ada yang jadi pengajar anak sekolah.

Rasa heboh, senang, haru dan bahagia saat masih kecil, remaja dan sekolah juga masih menempel kuat di memori kita, bahkan mungkin sebagiannya sulit untuk dilupa, betul gak?

Kayak memori saya saat di kelas ketemu guru killer, gimana tegangnya temen sekelas pas jam pelajarannya guru itu, jangankan berisik, batuk aja saat ini kita sekelas gak berani loh, hehehe...

Namun sadar gak manteman, kalo emang ternyata hidup ini kayak mimpi, semua memori yang kita lalui itu sama seperti mimpi kita saat tidur. Rasa-rasanya emang kita gak mau bangun dari mimpi yang indah itu kan, dan mimpi itu rasanya lamaaa banget.

Coba sekarang jawab pertanyaan saya, berapa lama sih orang bisa bertahan tidur dan bermimpi hingga terbangun?

4 jam, 8 jam atau 12 jam?

Begitulah hakikat kehidupan di dalam mimpi itu, cuma sebentar dibanding kehidupan bukan di alam mimpi. Ini fakta yang tidak bisa kita elakkan manteman.

Seindah apapun mimpinya, mau gak mau kita emang harus bangun dan segera menghadapi kehidupan di alam nyata ini. Jika ada orang yang gak mau bangun dari mimpi dan tidurnya, berarti ia sudah menyelesaikan kontraknya di dunia ini alias mati.

Di dalam kitab Syi'ar 'Alam An Nubala dan Fathul Bari, sahabat RasuluLlah yang sekaligus menantu dan khalifah yang ke-5, Ali bin Abi Thalib radhiAllahu 'anhu berkata,

النَّاسُ نِيَامٌ فَإِذَا مَاتُوا اِنْتَبَهُوا

"(Kehidupan) manusia itu seperti orang yang tidur (dan bermimpi). Jika ia mati, maka ia akan terbangun (dari tidur dan mimpinya)"

Lihatlah, betapa indah perkataan ini. Hidup kita di dunia ini emang seperti tidur dan bermimpi, sehingga tidak sedikit orang yang akhirnya terperdaya hingga terlena dibuatnya, menyedihkan emang.

Manusia akan terbangun dari mimpi ini saat ia telah mati, saat nafas telah terhenti dan saat nadi tak berdenyut lagi.

Sebagaimana orang yang terbangun dari mimpi indahnya, tentu ia akan kaget, tidak percaya, sedih bahkan menyesal. Ia mendapati bahwa semua yang dialami ternyata hanya mimpi, tak nyata dan hanya ilusi.

Sekarang ia harus menghadapi kenyataan saat ia terbangun, ia harus menjalani kehidupan hakikinya, bukan hanya mimpi belaka. Dan kehidupan itu bernama barzakh, kehidupan itu juga bernama akhirat!!!

Marilah sejenak kita renungkan firman Allah ﷻ berikut, lalu lihatlah diri kita dan tanyalah, "APAKAH AKU MASIH TERBUAI DALAM MIMPI YANG FANA INI???"

قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Allah berfirman : Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui" (QS. Al-Mu'minun : 114)

Kamis, 13 Agustus 2015

SHODIQY

ﻗﺪ ﺗﻨﺴﻰ ﻣﻦ ﺷﺎﺭﻛﻚ ﺍﻟﻀّﺤﻚ،
Bisa saja engkau melupakan orang yang menyertaimu dalam tawa (suka dan bahagia).
ﻟﻜﻦ ﻻ ﺗﻨﺴﻰ ﻣﻦﺷﺎﺭﻛﻚ ﺍﻟﺒﻜﺎﺀ.
Namun takkan kau lupakan dia yang menyertaimu dalam tangis (sedih dan susah).
ﻛﻞٌّ ﻣﻨّﺎ ﻟﻪ ﻃﺮﻳﻘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ،
Setiap kita menempuh jalan kehidupannya masing-masing,
ﻭﻟﻜﻦ ﺃﻳﻨﻤﺎ ﺫﻫﺒﻨﺎ،
Namun kemanapun kita pergi,
ﻓﻜﻞ ﻳﺤﻤﻞ ﺟﺰﺀﺍّ ﻣﻦ ﺍﻵﺧﺮ.
Kita akan menanggung (bertanggung jawab) antar satu dengan yang lain.
ﻻ ﺗﻤﺶِ اﻣﺎﻣﻲ ﻓﺮﺑّﻤﺎ ﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺍﻟّﻠﺤﺎﻕ ﺑﻚ،
Jangan engkau berjalan di depanku, karena mungkin aku tak bisa menyusulmu.
ﻭﻻﺗﻤﺶِ ﺧﻠﻔﻲ ﻓﺮﺑّﻤﺎ ﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺍﻟﻘﻴﺎﺩﺓ،
Jangan pula berjalan di belakangku, karena bisa jadi aku tak mampu menuntunmu.
ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻣﺶِ ﺑﺠﺎﻧﺒﻲ ﻭﻛﻦ ﺻﺪﻳﻘﻲ.
Akan tetapi berjalanlah di sampingku dan jadilah sahabatku... ~ILUFiL~

Selasa, 11 Agustus 2015

Mau Ikutan ODOJ? Mendingan LEFT aja deh...

By : Satria
======= ~~~~~ =======

Assalamu'alaykum sahabat ODOJer...

Gimana nih kabarnya hari ini? Kayaknya tambah hari tambah ceria aja nih ya...

Gimana liburan puasa dan lebaran kemaren fren? Pasti seru ya, apalagi saat ngumpul bareng keluarga besar, trus ditanyain "kapan kawin?" Hehehe...

Sabar aja fren, gw tahu gimana rasanya kok, emang sih bibir kita bisa senyum-senyum gak jelas gitu, tapi pasti di dalam hatinya pada nangis bombay kan? *tos dlu ah...

Sebenernya gw bukan mau ngasih trik selamat dari pertanyaan "kapan kawin" fren, apalagi trik biar cepet kawin, karena trik2 kayak gitu belum semuanya teruji dan dapet sertifikat halal dari MUI. Gak jelas kan?

Skip skip...

Edisi kali ini gw ingin sedikit berbagi tips dan trik seputar ODOJ, soalnya banyak sahabat gw (khususnya para admin dan kormin ODOJ) yang akhir2 ini ngeluh dengan satu fenomena yang tengah menjangkiti grup2 tilawah ODOJ.

Entah kenapa habis puasa dan lebaran kemaren, muncul satu fenomena yang kurang menyehatkan bagi para ODOJer. Gejalanya mata berkunang-kunang saat tilawah, jantung berdegub kencang ketika ngeliat grup dan dijapri admin, tangan dan kaki juga keringetan waktu ditanya laporan tilawahnya. Akhir dari gejala2 tersebut, banyak grup akhirnya sepi ditinggal pergi para pejuangnya...

Setelah gw merenung di tengah kesunyian dan rintik gerimis kegalauan (apaan sih), serta berdiskusi dengan beberapa ustadz, akhirnya ada satu kesimpulan yang gw tarik fren, apa itu?

Kalo kita udah niat ngODOJ, mendingan segera LEFT aja deh...

"Hah? Maksudnya gimana bro, masa left sih?"

Iya, LEFT itu bisa jadi obat agar fenomena dan gejala tak menyehatkan tadi sedikit berkurang, atau malah hilang, (bi idzniLlah)...

Udah deh, biar maknyus, yuk cap cus...

1. L-aporan Bukan Sekedar Kholas.

ODOJ itu bukan sekedar setor kholas fren. Bukan juga melulu kejar target laporan agar gak terus-terusan dijapri member kayak pacaran.

Ketika pertama sekali kita berniat ikut ODOJ, maka saat itu kita seharusnya sudah mulai bisa bertanggung jawab terhadap niat kita tersebut. Apalagi jika keinginan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat kita dalam membaca Al Quran (tilawah), tentunya ada konsekwensi yang harus kita terima fren.

Kalo boleh diibaratkan nih ya, sama seperti saat kita pertama sekali mendaftar di kampus (PTN) yang kita idam2kan. Tentunya ada konsekwensi yang harus kita jalankan dan patuhi ketika akhirnya kita diterima di kampus tersebut, tul gak?

ODOJ juga demikian fren.
Pernah kebayang gak saat kita diterima sebagai member ODOJ, ternyata ada sahabat kita yang lain harus rela mengantri di belakang kita, karena quota grup yang mungkin sudah full, sehingga ia harus rela didudukkan di bangku WL.

Tanggung jawab itu kuncinya, karena seorang Muslim yang baik itu adalah mereka yang bisa bertanggung jawab terhadap konsekwensi dari keputusan yang ia pilih sendiri. Bukan malah lari saat hambatan atau rintangan terhampar di pertengahan jalan, apalagi cuma sekedar rasa malas dan bosan yang kalo diladenin bisa bikin cepat ubanan, kasian kan?

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)," (QS. Al-Ahzab : 23)

2. E-mang Harus Berusaha Istiqomah.

"Berat bro, gak kuat juga lama-lama setiap hari harus ngODOJ..."

"Capek bro... mana waktu lowong gw dikit lagi :'("

Hey hey... Wake up fren... jangankan ngODOJ, tidur aja capek kok, beneran deh...

Kalo emang niat kita ikut ODOJ cuma sekedar "membeo" aja, emang ujung2nya gak bakal bertahan lama. Apalagi ikutan ODOJ cuma modal penasaran doang, habis penasarannya ilang, cliiiing... dia pun ikut ngilang, merinding gak tuh...

Coba deh niatkan ikut ODOJ itu untuk menumbuhkan cinta kita kepada Al Quran fren, scara Al Quran itu kitab sumber segala ilmu yang ada di dunia ini loh. Di dalamnya ada pelajaran kaidah bahasa, ilmu sastra, biologi dan fauna, kisah-kisah indah yang penuh makna, ilmu pengetahuan yang pasti dan tak ada duanya. Gak heran juga saat RasuluLlah ﷺ menjadikan kedekatan dengan Al Quran sebagai indikasi mulia atau hinanya seseorang loh, masa sih???

RasuluLlah ﷺ bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab ini (Al Qur`an) dan Allah merendahkan kaum yang lainnya dengan Kitab ini pula (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Al Quran)” (HR. Muslim)

Kalo kita selama ini rela capek demi mengejar target dunia, rela lelah dan letih untuk dapat kesenangan sementara yang mudah sirna, lantas apakah untuk akhirat yang kekal kita tak bisa bercapek dan berlelah liLlah?

Padahal jalan ke Jannah itu diselimuti oleh kesukaran, kesusahan, kepayahan dan kepahitan, ibarat jalan terjal yang berlubang, banyak duri dan juga penghalang, tak semulus dan seindah jalan ke Neraka... wal iyadzu biLlah...

Sahabat... bersabarlah, sesungguhnya bercapek-capeknya kita dalam bergaul dengan Al Quran itu bukanlah sebuah kesia-siaan, kelak pasti akan kita rasakan manisnya saat di kuburan dan juga saat berdiri di hari pengadilan...

3. F-astabiqul Khairot

Satu hal yang paling kerce (baca: keren dan kece) dari ODOJ adalah suasana fastabiqul khairotnya fren.

Saat ada salah seorang saudara satu grupnya yang belum bisa (belum sempat) menyelesaikan jatah ODOJ-nya, maka mesti saudara yang lain saling berebut untuk membantu menyelesaikan dan membantu saudaranya tersebut loh, maa syaa Allah ﷻ...

Di grup ODOJ itu emang tanpa disadari terbentuk suasana fastabiqul khairot yang sangat kental, sehingga kehangatan dan rasa kekeluargaan sangat berasa sekali di dalamnya. Gak heran juga jika banyak ODOJer hari ini yang menjadi GGB loh, alias Generasi Ghadul Bashar (generasi yang senantiasa menjaga pandangannya gak jelalatan dan lirik kanan kiri, generasi yang selalu menundukkan pandangannya, walaupun nunduknya karena mantengin handphone), hehehe...

Belum lagi acara-acara offline yang sering diadakan oleh masing2 DPA ODOJ yang seru abis, ada NgaOS, Kalqulus, Kopdaran dan lainnya fren, rugi deh kalo ketinggalan.

Coba kalo kita gak berjama'ah atau gak ikut komunitas seperti ini, mungkin suasana fastabiqul khairot seperti itu akan sulit kita dapatkan loh. Ya iyalah... gimana mau lomba kalo pesertanya cuma seorang diri coba :D

Karena fastabiqul khairot itu adalah saling berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan, maka sudah pasti peserta lombanya juga minimal harus ada 3, kalo cuma 2 orang namanya pacaran, bukan perlombaan kan, hehehe...

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan (fastabiqul khairot). Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah : 148)

4. T-ilawah Jalan Terus.

"Kenapa sih harus tilawah terus bro?"

"Apa untungnya baca quran tiap hari?"

Thayyib...

Pertanyaan yang mungkin juga akan ditanyakan oleh banyak orang, kenapa harus tilawah???

Bacalah Al Quran...!!!

ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺗﺤﻀﺮﻩ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜة ﻭﺗﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﻳﺘﺴﻊ ﺑﺄﻫﻠﻪ ﻭﻳﻜﺜﺮ ﺧﻴﺮﻩ ،

"Rumah yang dibacakan Al Quran di dalamnya akan didatangi oleh para malaikat, ditinggalkan oleh syaithan, penghuninya akan merasa luas dan banyak kebaikan dan keberkahan di dalamnya".

Allahu Akbar... pernahkan engkau melihat suasana bahagia seperti ini di dalam rumah kita?

Irilah kepada keluarga yang mampu menjadikan rumahnya sebagai miniatur dari Jannah, di dalamnya hanya ada kedamaian, para penghuninya saling nasehat menasehati di dalam kebaikan, sangat jauh dari cekcok serta kata-kata yang tak menyesakkan. Di dalamnya turut hadir para malaikat yang senantiasa mendoakan pada kebaikan, serta menaungi para penghuninya dengan berbagai ketenangan.

Rumah yang di dalamnya senantiasa dibacakan Al Quran, akan pergi segala keburukan darinya, kesempitan akan digantikan dengan kelapangan, kesedihan tidak akan betah lama di dalamnya karena tercurahnya kebahagiaan, dan kebahagiaan terbesar yang dimilikinya adalah manakala keberkahan Allah turun dan dilimpahkan di dalam rumah tersebut...

Aduhai... tidakkah pemilik telinga mendengarkan berita gembira ini?

Tidakkah pemilik mata mampu melihat kebahagiaan ini?

Belumkah pemilik hati merasa iri dengan segala kehidupan ini?

Beberapa Keutamaan Al Quran :

1. Al Quran sebagai penyembuh dan rahmat

ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi PENYEMBUH dan RAHMAT bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. Al-Isra' : 82) ‏

2. Al Quran sebagai indikator keimanan

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun." (QS. Az-Zumar : 23)

3. Al Quran adalah petunjuk serta kabar gembira bagi seorang mukmin

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu´min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar," (QS. Al-Isra' : 9)

4. Al Quran adalah sumber pengetahuan

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (QS. Yusuf : 111)

Bacalah Al Quran...

1. Bacalah Al Quran sampai kita dapati kelezatannya

ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﺄُﺗْﺮُﺟَّﺔِ ﺭِﻳﺤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﻃَﻴِّﺐٌ ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﺎ ﻳَﻘْﺮَﺃُ
ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟﺘَّﻤْﺮَﺓِ ﻟَﺎ ﺭِﻳﺢَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﻃَﻌْﻤُﻬَﺎ ﺣُﻠْﻮ { ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ }

RasuluLlah ﷺ bersabda : "Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al Quran adalah seperti buah Utrujah, yang beraroma wangi dan rasanya manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak membaca Al Quran adalah seperti buah tamr, tidak berbau namun rasanya manis." (HR. Muslim)

2. Bacalah Al Quran, karena ia akan memberi.syafa'at kepadamu

ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺎﻫِﻠِﻲُّ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺷَﻔِﻴﻌًﺎ ﻟِﺄَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ { ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ }

Abu Umamah Al Baahiliy berkata, aku mendengar RasuluLlah ﷺ bersabda, "Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya ia (Al Quran) akan datang pada hari kiamat sebagai syafa'at (pemberi pertolongan) bagi pembacanya." (HR. Muslim)

3. Bacalah Al Quran, agar tidak tersesat di dunia dan akhirat

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ : ﺗﻜﻔﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻤﻦ ﻗﺮﺃ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻋﻤﻞ ﺑﻪ ﺃﻻ ﻳﻀﻞ ﻓﻲ
ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻻ ﻳﺸﻘﻲ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﺛﻢ ﺗﻠﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :

ﻓَﻤَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻊَ ﻫُﺪَﺍﻱَ ﻓَﻼ ﻳَﻀِﻞُّ ﻭَﻻ ﻳَﺸْﻘَﻰ * ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِﻱ ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻪُ ﻣَﻌِﻴﺸَﺔً ﺿَﻨْﻜﺎً ﻭَﻧَﺤْﺸُﺮُﻩُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺃَﻋْﻤَﻰ

Berkata Ibnu Abbas radhiAllahu'anhu : "Allah ﷻ akan menjamin kepada siapa yang membaca Al Quran dan mengamalkan isinya, maka Allah ﷻ tidak akan menyesatkannya di dunia serta kelak di akhirat Allah tidak akan mencelakainya", kemudian Ibnu Abbas membaca ayat berikut,

"...lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. TaHa : 123-124)

Lalu Bacalah Al Quran... Tidakkan Pernah Kau Merugi!

طه، مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

"Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah"; (QS. Thaha : 1-2)

Berkata Qatadah ketika menafsirkan ayat ini : "Tidak, demi Allah. Allah tidak menjadikannya (Al Quran) sebagai derita, sebaliknya Dia menjadikannya RAHMAT dan CAHAYA serta penunjuk jalan ke syurga". (Tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah ص bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini (Al Quran) dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula.” (HR. Muslim)

Orang yang menyibukan dirinya dengan Al Quran, membacanya, mempelajari, menelaah serta menghafalnya, akan senantiasa berada di dalam kebaikan, bahkan Rasulullah memuji mereka dengan julukan "khoirun naas", SEBAIK-BAIK MANUSIA.

Pengorbanan orang-orang yang membaca dan mempelajari Al Quran tidak akan pernah merugi, setiap hurufnya diganjari dengan 10 kebaikan, setiap waktunya akan mendapat balasan, segala kesulitan dan kesusahan akan diberikan penyembuhan, hidupnya akan dipenuhi dengan cahaya dan kelapangan, rumahnya akan diliputi berbagai kebahagiaan, berbagai keburukan dan kejelekan pun akan dijauhkan...

Sungguh, perniagaan dengan Al Quran adalah perniagaan yang tak merugikan!!!

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi" (QS. Fatir : 29)

Tertarik gabung ODOJ?

Kamis, 30 Juli 2015

Mau Lebaran? Jauhi SATE ya...



Mau Lebaran? Jauhi SATE ya...

By : Satria

Selamat hari lebaran...
Minal a'idizin wal faidzin...
Mari bersalam salaman...
Kita bermaaf maafan...

Entah kenapa setiap kali lebaran kayak gini nih, sy selalunya inget lirik lagu tersebut. Kayaknya belum afdhal kalo lebaran itu gak denger kata "minal a'idzin wal faidzin", atau saling minta maaf, atau makan kupat dan opor ayam, tul gak guys? Hehe...

Banyak cara dan ragam saudara-saudara muslim kita merayakan dan mengapresiasikan kegembiraan serta kebahagiaannya saat ramadhan berakhir, mulai dari bakar-bakar petasan, ngecat rumah dan ganti perabotan, kirim ucapan selamat di medsos atau kartu lebaran, takbir keliling naik kendaraan, masak aneka kue dan banyak makanan, hingga halal bihalal untuk maaf-maafan, komplit sudah... hehe...

Sebenernya gak ada masalah sih dengan acara-acara tersebut sob, apalagi memang salah satu makna dari 'ideul fitr adalah hari untuk makan-makan atau bergembira, jadi sah-sah aja guys.

But wait guys, karena agama Islam adalah agama yang penuh rahmat (kasih sayang atau keramahan), maka sudah seharusnya nih sob klo kepribadian dan juga cara mengapresiasikan kegembiraan itu kudu ada nilai rahmatnya juga loh, tidak asal hantam atau maen ribak aja bro (minjem bahasa anak medan nih), kudu diperhatikan aturan, adab serta larangan-larangannya juga. (mulai serius nih)

Bukan berarti kita gak boleh melakukan hal-hal di atas bro, hanya saja kita kudu berhati-hati dan jangan kebablasan, kayak mobil yang gak ada rem gitu.

So, klo kita mau merayakan lebaran dengan acara di atas, silahkan saja guys, asal kita bisa menjauhi SATE, iya bener SATE...

SATE ini bahaya banget bro, apalagi saat lebaran kayak gini, saya yakin kamu pasti juga sebenarnya gak mau ada SATE saat lebaran kan? Iya kamu...

Yang bener dong, masak SATE gak boleh saat lebaran? Boong amat lu!!!

Yaah... gak percaya nih? Ayuuk deh disimak klo gitu...

1. S-alaman dengan non mahram.

Klo kita ngikutin potongan bait kata dalam lagu di atas tadi, sudah seharusnya lebaran itu saling salam-salaman kan? So pasti lah...

Eit... tunggu dulu sob, gak selamanya salaman itu baik loh, apalagi salamannya ada maksud tersembunyi atau salamannya lengkeeet kayak perangko... apaan sih...

Tapi bener sob, ini bukan main-main, salaman ini bisa jadi masalah besar klo kita gak memperhatikan adab dan larangannya, gak percaya?

Coba deh simak hadits RasuluLlah ﷺ berikut

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian DITUSUK dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh (baik dengan rabaan atau salaman) wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Mungkin ada yang mau bilang, "kan di dalam hadits cuma disebut menyentuh, bukan salaman kan?"

Oke fine, mari kita tengok hadits berikut yang menjadi syawahid (penguat) dari hadits di atas...

"Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasa'i).

Bagaimana bro? Udah jelas kan?

"Trus kita kudu salaman sama siapa aja dong?"

Tenang... tenang... jangan sedih gitu dong :D

Yang jelas, larangan salaman ini adalah ke selain mahrom kita guys, klo mahrom mah gak ada masalah.

Udah tahu kan apa itu mahrom? (Jangan ngetes gitu dong) :piss:

Secara sederhananya, mahrom itu adalah orang yang HARAM untuk kita nikahi. Oiya, jangan salah sebut juga ya, mahrom dengan muhrim itu beda loh, klo mahrom adalah orang2 yang haram dinikahi, sedangkan muhrim adalah orang yang sedang berihram, catet ya...

Lalu siapa aja mahrom bagi seorang laki-laki?

1. Semua laki-laki tentunya,
2. Ibu kandung kita, termasuk nenek, buyut dan seterusnya ke atas,
3. Anak perempuan kita, termasuk juga cucu,
4. Saudara perempuan,
5. Bibi dari jalur ayah,
6. Bibi dari jalur ibu,
7. Anak perempuan dari saudara laki-laki,
8. Anak perempuan dari saudara perempuan,
9. Istri dari ayah (bukan ibu kandung),
10. Ibu dari istri (ibu mertua),
11. Anak perempuan dari istri (robibah), yaitu istri yang kita nikahi sudah memiliki anak, dengan syarat ibunya telah berkumpul dengan kita,
12. Istri dari anak kita (menantu),
13. Wanita yang menyusui kita dan ibunya wanita tersebut,
14. Anak perempuan dari wanita yang menyusui kita (saudara sepersusuan),
15. Saudara perempuan dari wanita yang menyusui kita (bibi sepersusuan),
16. Anak perempuan dari anak perempuan dari wanita yang menyusui kita (anak dari saudara sepersusuan),
17. Ibu dari suami dari wanita yang menyusui kita,
18. Saudara perempuan dari suami dari wanita yang menyusui kita,
19. Anak perempuan dari anak laki-laki dari wanita yang menyusui kita (anak dari saudara sepersusuan)
20. Anak perempuan dari suami dari wanita yang menyusui kita, dan
21. Istri lain dari suami dari wanita yang menyusui kita,

Trus klo mahromnya wanita siapa aja?

1. Seluruh wanita,
2. Ayah kandung, termasuk kakek dan seterusnya ke atas,
3. Anak laki-laki kandung, termasuk cucu dan seterusnya,
4. Saudara laki-laki, baik saudara kandung, maupun saudara sebapak, ataupun saudara seibu saja,
5. Keponakan, baik keponakan dari saudara laki-laki maupun saudara perempuan dan anak laki-laki mereka),
6. Paman, baik paman dari ibu maupun dari bapak,
7. Bapak persusuan (suami dari ibu susu),
8. Anak laki-laki dari ibu susu,
9. Saudara laki-laki sepersusuan,
10. Keponakan persusuan (anak saudara sepersusuan),
11. Paman persusuan (saudara laki-laki dari bapak atau ibu susu),
12. Ayah mertua (ayah suami),
13. Anak tiri (anak dari suami atau istri lain),
14. Ayah tiri (suami ibu tapi bukan ayah kandungnya), dan
15. Menantu laki laki.

Udah jelas kan bro?


2. A-ntara bahagia dengan foya-foya.

Satu lagi hal yang harusnya dihindari saat lebaran adalah membuang-buang harta atau makanan untuk yang tidak diperlukan, atau dikenal dengan istilah mubadzir.

Kebanyakan kita nih seringnya menjadikan alasan "bahagia" sebagai pembenar dari tindakan mubadzir ini, padahal hal tersebut adalah termasuk perkaya yang foya-foya alias mubadzir.

Misalnya nih ya, kita lebih "ridho" membeli petasan hingga keluar uang ratusan ribu, tapi pas infaq di masjid paling banter cuma goceng, alamak...

Atau beli kue atau makanan seabreg, yang ujung2nya cuma jadi simpanan (maksudnya dibuang karena udah jamuran kelamaan disimpan).

Tuh kan... bahagia sih boleh aja bro, masa dilarang. Seneng-seneng juga silahkan aja, mumpung ada kesempatan kan. Tapi inget ya guys, jangan sampe dengan alasan bahagia dan ingin seneng2 tersebut, malah kita jadi terjebak dengan sikap foya-foya alias mubadzir loh, padahal orang yang mubadzir itu temen akrabnya setan loh, iiih....

"Aah... sok tahu ente bro, kata siapa tuh?"

Nih coba deh dibaca,

"Sesungguhnya mubadzir (orang yang boros) itu adalah saudara-saudaranya setan..." (QS. Al-Isra' : 27)

Udah percaya kan?


3. Tinggalkan sholat demi yang tak bermanfaat.

"Duh gimana ya bro, saya kan lagi namu pas adzan, masa saya harus ngacir ke masjid sih..."

"Iya nih, saya juga kan ketiduran bro pas adzan, soalnya kenyang banget bro, hehe..."

"Aku juga dah dandan nih, klo wudhu kan jadi luntur dandanannya, trus gimana dong?"

Yaelah bro sis... tuh alesan bisa aja begitu :D

Sholat itu paling lama cuma 20 menit loh, biasanya sih rata-rata 15 menit malah. Emangnya ngelonggarin waktu 15 menit itu berat ya?

Coba deh dipikir, kalo seandainya Allah ﷻ juga menunda-nunda rejeki atau jodoh kita gimana??? Bisa jadi jones seumur hidup kita bro!!! Menyedihkan sekali ya...

Atau coba misalnya Allah ﷻ juga "males" nyembuhkan jerawat atau bisul di wajah dan badan kita, apa kata dunia???

Trus kita dengan seenaknya mau nunda-nunda dan males-malesan untuk sholat gitu? Tapi giliran doa aja pengennya cepet dikabulin, enak bener klo gitu...

Plis deh bro sis, sholat itu hukumnya wajib loh, gak bisa ditawar lagi. Kita bakal menanggung dosa yang besar klo kita ninggalin satu saja waktu sholat kita, apalagi semua waktu ditinggalinnya, Yaa Salaam...

Namu bisa dipending, makan pun bisa ditaruh piring, jangan juga terburu-buru untuk shoping.

Tapi klo sholat, jangan sampe deh dianggap gak penting, ntar di akhirat emang mau jadi pusing tujuh keliling???


4. E-nggan teruskan kebiasaan baik saat ramadhan.

Terakhir nih bro, hal yang harus dijauhi saat lebaran adalah rasa malas untuk beribadah saat lebaran, duh duh...

Disadari atau tidak, semua orang rasa-rasanya mudah dan semangat sekali untuk beribadah saat bulan ramadhan.

Yang biasanya berat bangun malam, pas ramdhan gampang banget bangunnya, yah walaupun karena tuntuntan sahur :D.

Yang biasanya berat baca quran, pas ramadhan malah bisa khataman pas sebulan. Infaq, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya juga kayaknya ringan dikerjakan, ya gak?

Tapi yang jadi masalah, semangat itu kayaknya cuma berlaku sebulan aja ya, udah mirip kayak masa aktif voucher pulsa hape kita aja ya -_-

Istiqomah itu penting guys, bahkan nih ya, amalan atau ibadah yang dicintai oleh Allah ﷻ itu bukan yang banyak dan berat, tapi yang sedikit namun rutin dikerjakan (dawam).

RasuluLlah ﷺ bersabda,

"Amalan yang paling dicintai Allah ﷻ adalah yang rutin dikerjakan, walau hanya sedikit" (HSR. Bukhari)

Inget aja rumusnya bro, dikit tapi rutin itu lebih disukai Allah ﷻ, daripada banyak tapi cuma numpang lewat aja, apalagi banyak tapi limited edition, ada masa aktifnya pulak, alamak...

So, keep istiqomah ya guys, dan jangan ada SATE saat lebaran ya, deal...


Senin, 27 Juli 2015

Jadi Ikhwan Kudu GENIT Bro...


Hidup di zaman serba ruwet seperti sekarang ini harus punya trik yang ampuh agar selamat bro.

Bayangin aja nih ya, mulai dari depan rumah kita, sampai kantor atau sekolah dan kampus kita, banyak sekali godaan yang datang bertubi-tubi menerjang benteng keimanan kita.

Mulai dari aurat lawan jenis yang menarik perhatian, ajakan teman agar gak dibilang "kurang pergaulan", tontonan pengumbar syahwat yang ramai dijajakan, panggilan maksiat di tengah kesunyian hingga dorongan nafsu yang terkadang datang tak pakai undangan... Yaa Salam...

Kalau keimanan kita tergolong "high level" sih mungkin gak ada masalah kali ya. Tapi klo iman kita masih kategori "low level" gimana dong? Masa kita mau menyerah dan kibar bendera putih... enggak lah yaw...

Biar selamat, makanya kita harus jadi ikhwan yang GENIT bro, lho kok?

Tenang... tenang... jangan kepancing gitu dong :D

Nih dia nih GENIT yang saya maksud,

1. G-igih dan semangat dalam berdakwah.

Ini kudu mulai dilatih bro, gak bisa didapat cuma-cuma alias gretongan soalnya :D

Kalo kita gak mau semangat dalam berdakwah, lalu gimana caranya kita mau menjaga eksistensi Iman & Islam di dalam diri kita?

Allah ﷻ berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut : 69)

Kata "Jaahadu" bisa juga diterjemahkan dengan sungguh-sungguh, atau boleh juga diartikan dengan gigih dan bersemangat.

So, keep spirit ya guys...


2. E-nyahkan rasa futur dan malas.

Pepatah bilang nih ya, "Malas pangkal BODOH" dan "Bodoh pangkal MISKIN", alamak...

Emang malas ini bahaya bro, jangan sampe deh kita takluk dengan si malas ini ya.

Mau baca quran, malas
Mau sholat dhuha, malas
Mau menghafal, malas
Mau mandi, malas (iiih... amit2 deh)
Mau makan, malas (malas dikit maksudnya :D)

Malas... malas... dan malas...

Buang ke laut aja deh...


3. N-yata dalam perkataan dan perbuatan.

Ini juga penting bro, kalo bahasa iklannya sih "Talk Less Do More"

Lebih lanjut Allah ﷻ juga ternyata sangat membenci orang yang ngomong dan kenyataannya gak sesuai bro, alias NATO (No Action Talk Only -terjemah bebasnya banyak ngomong gak ada kerjaannya-).

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Saff : 3)


4. I-mannya selalu dirawat dan dijaga.

Para ulama' membuat sebuah rumus paten tentang iman bro, udah pada tahu belum rumusnya? Cekidot deh klo belum tahu...

الإيمان يزيد و ينقص، الإيمان يزيد بالطاعات وينقص بالمعاصي
Artinya kira2, "Iman itu bisa bertambah dan berkurang, iman bertambah itu dengan (mengerjakan) ketaatan kepada Allah ﷻ (yaitu dengan amal sholih tentunya), dan iman akan berkurang dengan (mengerjakan) kemaksiatan".

So, jaga imanmu dengan banyak mengerjakan amal-amal sholih ya bro, sambil trus belajar menjauhi maksiat agar iman kita gak rusak, sepatu?


5. T-aqwa senantiasa menghiasi hidupnya.

Nih trik terakhir bro dari edisi GENIT kali ini, hehe...

Taqwa itu secara sederhana boleh dimaknai dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan Allah ﷻ dan Rasul-Nya juga, semampu yang kita bisa tentunya.

Gak bakal nyesel deh jadi orang bertaqwa bro, di Al Quran juga banyak kok dikabarkan tentang keutamaan orang yang bertaqwa, misalnya nih ya :

a. Dicintai Allah ﷻ,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
"Sesungguhnya Allah mecintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah : 4)

b. Dimudahkan segala urusannya,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. At-Talaq : 4)

c. Diberi jalan keluar (solusi) dari setiap permasalahannya + diberi rezeki dari arah yang gak disangka,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq : 2-3)

Dan masih banyaaaak lagi bro... amazing kan?


So... jangan lupa untuk terus jadi GENIT ya bro :D

By : Satria






Cobalah Jadi Akhwat yang LEBAY

Eits... gak salah tuh judulnya? Serem amiir yak kayaknya :serem:

Jangan buru-buru bingung gitu dong sis, baru juga mulai nih, hehe...

Para akhwat (yang artinya adalah para saudari muslim) jangan anti dengan LEBAY ya, apalagi sampai menjauhi LEBAY, gak kebayang deh bakal seperti apa jadinya.

Bahkan nih ya, klo bisa sih kudu berusaha dan senantiasa berlatih terus untuk menjadi LEBAY, lha?

Beneran loh, bisa dibayangkan jika ada akhwat yang sulit sekali menjadi LEBAY, tentu doi akan kesulitan dan mudah sekali kehilangan ruh serta semangat untuk senantiasa menjadi akhwat yang tangguh dan istiqomah.

Bahkan bisa jadi, jika ada seorang akhwat yang tidak bisa LEBAY, ia akan mudah terhempas dan terombang-ambing di tengah samudera kehidupan yang kian hari ombaknya semakin ganas dan meninggi (penulisnya kayak pelaut aj ya :D), nah loh...

Kok masih bingung gitu sih sis, penasaran kan?

Untuk dicatat, LEBAY disini bukan sembarang lebay loh sis, apalagi lebay kayak di fesbuk atau twitter gitu, iih amit amit deh...

Yuk disimak LEBAY berikut ini sis...

1. L-uas ilmu dan pengetahuannya.

Ada sebuah ungkapan yang cukup populer dan terkenal yang mengatakan,

الأم مدرسة الأولا

Al ummu madrosatul uula

"Ibu itu adalah madrasah (sekolah atau tempat mendidik yang) pertama (bagi anak-anaknya)"

Bisa dibayangkan gak sih, apa jadinya generasi ini klo para akhwat (yg akan menjadi ummu) sempit ilmu dan pengetahuannya?

Tentu akan banyak anak-anak muslim yang kehilangan jati dirinya jika madrosah pertamanya justru malah kering dari ilmu, na'udzubiLlah...

So, teruslah perluas ilmu dan pengetahuan kita ya sis, bukannya Allah ﷻ telah mengingatkan kita dengan firman-Nya,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah : 11)


2. E-go diri tak dijadikan halangan.

Ego dalam kamus inggris disebut dengan istilah "selfish" yang berarti sikap lebih mementingkan dirinya sendiri.

Sikap ini sudah seharusnya dijauhi dan segera dihapus dari kamus aktivitas keseharian kita sis, apalagi jika kita hidup di sebuah jama'ah atau komunitas, terlebih lagi jika posisi kita adalah seorang ibu rumah tangga, catet ya.

Sikap ini nantinya hanya akan membawa kerugian bagi diri kita sendiri, misalnya saja ketika kita lebih mementingkan diri kita sendiri dan acuh tak acuh terhadap teman atau sahabat kita, tentunya hal tersebut akan menjadikan kita dijauhi atau minimal tidak disukai oleh banyak orang, ngeri kan?


3. B-erbuat baik dan selalu terdepan.

Seorang akhwat yang tangguh itu adalah ia yang mampu menjadi trendsetter bagi sahabat2nya, terutama dalam hal kebaikan tentunya.

Ia adalah sosok akhwat yang senantiasa berakhlak dengan akhlak yang mulia, senantiasa berbuat baik, serta menjadi orang pertama yang mengerjakan kebaikan yang selalu mengisi ruh-ruh setiap nasehat yang senantiasa ia sampaikan.

Bahkan sis, kebiasaan untuk menjadi "yang selalu terdepan" (kayak iklan aj nih) ini adalah sebuah investasi yang sangat sangat menguntungkan loh, gak percaya? Coba deh renungkan sabda baginda RasuluLlah ﷺ berikut sis,

Rasulullah ﷺ bersabda,

ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ

“Barangsiapa menyeru kepada hidayah (jalan
petunjuk dan kebaikan), maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti (atau mengerjakan)nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun". (HR. Muslim)

Masyaa Allah.... sesuatu banget kan?

Berapa banyak nih kita akan mendulang Multi Level Pahala ya???


4. A-qidahnya lurus dan jauh dari kesesatan.

Ini juga harus dicatat ya sis, seorang akhwat itu kudu bersih aqidahnya dari hal-hal yang berbau kesesatan, kayak syi'ah, JIL, dan yang sejenis dengan mereka deh...

Perlu juga diperhatikan, bahwa sasaran empuk para penyebar ajaran kesesatan juga biasanya adalah para akhwat loh, iiih sereeem...

Oleh sebab itu sis, jangan malas ikut ta'Iim atau halaqoh keilmuan ya... agar ilmu dan wawasan kita terupgrade dan terus bertambah.

Klo ilmu dan pengetahuan kita udah luas nih ya, pasti deh ajaran-ajaran kesesatan kayak yang tadi disebutkan di atas, gak akan ngaruh dan ngefek ke kita sis, tul gak?


5. Y-ang lemah lembut dan enak dipandang.

Ini yang paling penting sis, seorang akhwat itu harus kembali kepada fitrahnya loh, lemah lembut, manis tutur katanya dan menjaga penampilan serta kebersihan dirinya...

Tapi kudu diingat ya sis, jangan berlebihan... ya, jangan berlebihan.

Siapapun, pasti akan senang dengan seorang akhwat yang lemah lembut dalam akhlak dan tutur katanya, serta tidak keras dan "laki-laki" dalam kesehariannya, pasti dong...

Apalagi ditambah si akhwat rajin memperhatikan penampilan dan kebersihan dirinya, tidak terkesan kucel dan "apa adanya", wuiiih... kereeen dah...

Tapi wait, apa jadinya klo lemah lembut ini berlebihan? Penampilan serta "hiasan"nya juga tak wajar bak pameran? Oh no...

Coba deh renungin ayat yang mulia berikut sis,

... إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"...sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Baqarah : 190)

Inget keywordnya ya sis, jangan berlebihan...

And then, are you ready to be a LEBAY? :D


By : Satria


Minggu, 14 Juni 2015

Istighfar


Sesungguhnya ada 2 tempat di muka bumi ini yang AMAN dari (tertimpa) adzab Allah ﷻ.

Tempat pertama telah berlalu, tinggal tempat yang kedua

Adapun tempat yang pertama adalah, tempat dimana ada RasuluLlah ﷺ di dalamnya.

Sebagaimana firman Allah ﷻ,

"Dan Allah ﷻ tidak akan menurunkan adzab-Nya, sedangkan engkau (wahai Muhammad) ada bersama mereka"

Adapun tempat yang kedua adalah, (tempat yang banyak diucapkan kalimat) istighfar...

Sebagaimana firman Allah ﷻ,

"Dan Allah ﷻ tidak akan mengadzab mereka, sedangkan mereka termasuk orang yang banyak beristighfar"

Dan juga firman Allah ﷻ,

Nuh berkata kepada kaumnya, "Beristighfarlah kamu semua kepada Allah ﷻ Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun"

Maka dari itu (wahai sahabat ILUFiL), janganlah kalian tinggalkan istighfar untuk selama-lamanya...

AstaghfiruLlah...

AstaghfiruLlah...

AstaghfiruLlah...

Jangan lupa, kamu akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang beristighfar dikarenakan kamu telah mengingatkan mereka (dengan pesan ini)

GhofaruLlahu lanaa wa laka

Semoga Allah ﷻ mengampuni kita semua dan kamu sekalian...

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun" (QS. Al-Anfal : 33)

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

"maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" (QS. Nuh : 10)


Akhukum FiLlah...

Satria

Jumat, 12 Juni 2015

Akhir Hidup Seorang Hafizh


Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi’in (270 H) yang HAFAL AL QURAN.

Namanya adalah sebaik-baik nama, ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID nan NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya…???

Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan 2 AYAT SAJA YANG TERSISA. Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??

Inilah kisahnya :
Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang WANITA ROMAWI, tidak dengan pedang melainkan dengan ASMARA.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata ‘Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.
Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih:

“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jadi milikmu.”
Syahwat telah memenuhi relung hati ‘Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.
Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad.
Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an meninggalkan Allah dan menjadi hamba salib?
Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???”
Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2 ayat saja yaitu :

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ.
“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”
(QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apatah lagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan.
Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat.
Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita.” (muttafaq ‘alaih).

Amalan Kebanggaan Suami


Amal yang Paling Kuharapkan Pahalanya
“Famâ syai’un arjâ ‘indî min hifzhî ‘alaihâ mâ kâna fî qalbihâ min jihatî.” Abu Utsman.

Dalam hidup berumah tangga, kira-kira amal apakah yang paling diharapkan pahalanya? Bagi seorang istri, tentu jawabannya adalah baktinya kepada suami dan upayanya untuk meminta keridhaan suami –setelah taat kepada Allah dan Rasul-Nya, karena suami menjadi pintu surga baginya. Dan bagi suami? Pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada Abu Utsman, lalu ia menjawab bahwa amal yang paling ia harapkan pahalanya ialah kesabarannya selama 15 tahun dalam menjaga perasaan istrinya, agar tidak tersakiti. Karena di sebagian waktunya, Abu Utsman hidup bersandingkan istrinya ini ibarat hidup di atas bara, karena istrinya buta, pincang dan buruk rupa.

Kisah suami istri ini disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Shifatush Shafwah (4/104), Ibnu Khalkan dalam Wafiyâtul A’yân (2/370) dan Ibnu Katsir dalam Al-Bidâyah wan Nihâyah (11/130). Berikut ini adalah kisah Abu Utsman:

Muhammad bin Nu’aim Adh-Dhibbi, ia berkata, “Aku pernah mendengar ibuku bercerita, ‘Aku mendengar Maryam, istri Abu Utsman –yang lain- berkata, ‘Secara kebetulan, aku bisa bertemu dengan Abu Utsman yang sedang sendirian, lalu aku mengambil kesempatan itu untuk bertanya, “Yâ Abâ Utsmân, ayyu ‘amalika arjâ ‘indaka..., wahai Abu Utsman, amalan apakah yang paling kamu harapkan pahalanya di sisimu?”

Abu Utsman menjawab, “Wahai Maryam, ketika sudah dewasa, aku berada di daerah ray, penduduk di sana menginginkan agar aku menikah, tetapi aku menolak pinta mereka. Lalu ada seorang perempuan yang datang dan berkata, “Duhai Abu Utsman, sungguh aku mencintamu sebenar cinta hingga cintaku melenyapkan tidur dan ketenanganku. Aku memohon kepadamu dengan Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, dan aku meletakkan kepercayaan kepadamu dengan nama-Nya agar kamu bersedia menikahiku.”

Lalu aku bertanya, “Apakah kamu punya ayah?”

“Ya, namanya fulan, seorang tukang jahit di tempat ini dan ini.”

Kemudian dia berkirim surat kepada ayahnya untuk menikahkan dirinya denganku. Ayahnya bahagia dengan rencana pernikahan tersebut, dan beberapa saksi didatangkan, lalu aku menikahinya.

Ketika aku pergi menemuinya, ternyata wanita tersebut buta, pincang dan buruk rupa.
Lalu aku berkata, “Allâhumma lakal hamdu ‘alâ mâ qaddartahu lî..., ya Allah segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau takdirkan untukku.”

Setelah itu, keluargaku mencela dan menyalah-nyalahkanku. Tetapi aku tetap bertambah baik dan memuliakannya, hingga sampai tahap dia tidak membiarkanku keluar dari sisinya. Sehingga aku meninggalkan berbagai majlis ilmu, karena lebih mengutamakan keridhaannya dan menjaga perasaannya. Aku hidup dalam kondisi seperti itu selama 15 tahun lamanya. Di sebagian waktuku, aku serasa hidup berada di atas bara. Namun sama sekali aku tidak menampakkan raut wajah tidak suka kepadanya, sampai dia meninggal dunia.”

Kemudian Abu Utsman melanjutkan, “Famâ syai’un arjâ ‘indî min hifzhî ‘alaihâ mâ kâna fî qalbihâ min jihatî...., tidak ada amalan yang lebih aku harapkan pahalanya selain aku menjaga perasaannya.”

Subhanallah !  semoga Abu Utsman mendapatkan limpahan pahala atas kesabarannya dalam menjaga perasaan istrinya.

Jumat, 05 Juni 2015

6 FAEDAH TENTANG WAKTU

6 FAEDAH TENTANG WAKTU

1. Makna Waktu
Yahya bin Hubairah rahimahullah berkata : "Waktu lebih berharga daripada apa yang anda pelihara. Saya rasa ia (waktu) adalah sesuatu yang paling cepat hilang darimu." [Dzail Thabaqhat Al-Hanabilah 1/128]

2. Anda adalah Waktu
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
"Wahai anak Adam, Sesungguhnya engkau adalah hari-hari yang telah Anda lalui. Setiap berlalu satu hari, maka hilanglah sebagian dari dirimu."
[Hilyah al-Auliya 2/148]

3. Pembagian Waktu
Al-Khalil bin Ahmad rahimahullah berkata :
"Waktu itu ada tiga bagian :
1. Waktu yang telah berlalu darimu dan tidak akan kembali.
2. Waktu yang sedang engkau alami, maka lihatlah bagaimana ia akan berlalu darimu.
3. Waktu yang engkau tunggu yang bisa jadi engkau tidak akan mendapatkan nya."
[Thabaqat al-Hanabilah 1/128]

4. Ulama Memanfaatkan Waktu
Dawud bin Hindu rahimahullah berkata :
"Dahulu sewaktu masih kecil, saya berkeliling pasar. Ketika pulang, saya usahakan diriku untuk berdzikir kepada Allah hingga pada tempat tertentu. Jika saya telah sampai pada tempat itu, saya usahakan diriku untuk berdzikir kepada Allah sampai pada tempat selanjutnya hingga (tiba) dirumah."
[Siyar A'lam an-Nubala XX/26]

5. Syair Tentang Waktu
Seorang rahimahullah penyair berkata :

"Hari-hari kita akan terus menerus berlalu.
Padahal semua orang telah tahu.
Bahwa kita ini menuju kematian.
Masa-masa muda yang telah berlalu.
Dan tidak mungkin akan kembali.
Dan tidak pula uban yang putih ini akan menghilang."

6. Renungkanlah Waktumu
Syaikh Abdul Aziz as-Sadhan hafizhullah berkata :
Pembaca budiman. Kalau boleh kami mengumpamakan nya dengan roda kerekan (yang ada disumur).
Sudahkah anda melihat kerekan yang diletakkan diatas bibir sumur? Apabila ada kerekan tersebut dipasang tali yang panjang, kemudian ada orang yang memegang ujung tali tersebut lalu ia menariknya dan kerekan pun ikut berputar seiring dengan ditariknya tali.
Maka tali yang ditarik akan terus bertambah panjang, sedangkan yang digulung pada kerekan itu akan terus berkurang itulah umur manusia.


Anda tidak mengetahui berapa panjang tali yang digulung pada kerekan (roda disumur).
Anda tidak mengetahui Ajal Anda !
Tali yang ditarik tadi adalah umur yang Anda miliki dan hari-hari yang terus menerus datang dan pergi.
Walaupun anda mengumpulkan jin dan manusia untuk saling berkerja sama, niscaya mereka tidak akan mampu mengembalikan (waktu yang telah berlalu) walaupun sesaat saja, apalagi sejam.

Karena itulah, kita harus meninggalkan perbuatan menunda-nunda ini sejauh-jauhnya. kita harus bersungguh-sungguh dan jangan sampai salah seorang diantara kita berputus asa untuk mengamalkan kebaikan dengan berbagai bentuknya.

Kita sering mendengar tentang orang-orang yang mengeluhkan sedikitnya bacaan mereka, orang-orang yang mengeluhkan sedikitnya hafalan mereka dan orang-orang yang mengeluhkan tidak bisanya mereka mengatur waktu.

Kita hidup dalam masyarakat yang sama walaupun tempat kita saling berjauhan. Hendaknya masing-masing dari kita memperhatikan dirinya dan sebagian saudara-saudara kita yang sangat menyepelekan beberapa permasalahn yang membuat kita lalai."

[Disarikan dari Ma'alim fi Thariq Thalab al-'Ilmi, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan. Sudah diterjemahkan dengan judul Bimbingan Menuntut Ilmu hal 33 - 37. cet Pustaka at-Tazkia]

Pengorbanan...



Urusan menyampaikan dakwah bukan merupakan sesuatu yang mudah atau perjalanan yang menyenangkan.

"Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : 'Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu'. Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta." (QS. At-Taubah : 42)

Sesungguhnya jalan dakwah adalah jalan yang panjang dan sukar. Semuanya berduri, semuanya pengorbanan. Bahkan mungkin engkau meninggal dunia sedangkan engkau belum mencapai satu buahpun dari hasil pekerjaanmu.


`Abdurrahman bin `Auf menangis

`Abdurrahman bin `Auf meletakkan makanan yang lezat di depannya lalu dia menangis dan kemudian berdiri. Dia berkata : "Sungguh sahabat-sahabat kami telah meninggalkan dunia, namun mereka belum pernah melihat seperti ini. Dan sungguh dahulu. Mush`ab bin `Umair, makanannya lebih baik daripada kami, tetapi dia belum pernah melihat makanan yang sebaik ini."

Anas berkata : "RasuluLlah telah diwafatkan oleh Allah, sedangkan beliau belum pernah menikmati daging kambing bakar."(HR. Shahih Bukhari)

"Tak pernah sama sekali keluarga Muhammad makan roti dari Sya`ir (jenis gandum) sampai kenyang selama dua hari berturut-turut."

A`isyah berkata : "Demi Allah, kami belum pernah makan korma sampai kenyang kecuali sesudah penaklukkan Khaibar." (HR. Muslim)

Apakah kalian mengira bahwa prinsip dan keimanan itu hanya merupakan mainan atau senda gurau atau kesenangan yang disampaikan seorang manusia lewat khutbah yang dihiasi dan dirangkai dengan kata-kata yang indah, atau ditulis dalam sebuah buku lalu dicetak dan kemudian disimpan di perpustakaan???

Itu sama sekali bukan jalan dari Ashabud Da`wah (penyampai dakwah) !!!

(Asy Syahid Syaikh Dr. Abdullah Azzam')


Popular Posts

Supported By:

Supported By:
warungkoski.com
Diberdayakan oleh Blogger.