Senin, 27 Juli 2015

Jadi Ikhwan Kudu GENIT Bro...


Hidup di zaman serba ruwet seperti sekarang ini harus punya trik yang ampuh agar selamat bro.

Bayangin aja nih ya, mulai dari depan rumah kita, sampai kantor atau sekolah dan kampus kita, banyak sekali godaan yang datang bertubi-tubi menerjang benteng keimanan kita.

Mulai dari aurat lawan jenis yang menarik perhatian, ajakan teman agar gak dibilang "kurang pergaulan", tontonan pengumbar syahwat yang ramai dijajakan, panggilan maksiat di tengah kesunyian hingga dorongan nafsu yang terkadang datang tak pakai undangan... Yaa Salam...

Kalau keimanan kita tergolong "high level" sih mungkin gak ada masalah kali ya. Tapi klo iman kita masih kategori "low level" gimana dong? Masa kita mau menyerah dan kibar bendera putih... enggak lah yaw...

Biar selamat, makanya kita harus jadi ikhwan yang GENIT bro, lho kok?

Tenang... tenang... jangan kepancing gitu dong :D

Nih dia nih GENIT yang saya maksud,

1. G-igih dan semangat dalam berdakwah.

Ini kudu mulai dilatih bro, gak bisa didapat cuma-cuma alias gretongan soalnya :D

Kalo kita gak mau semangat dalam berdakwah, lalu gimana caranya kita mau menjaga eksistensi Iman & Islam di dalam diri kita?

Allah ﷻ berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut : 69)

Kata "Jaahadu" bisa juga diterjemahkan dengan sungguh-sungguh, atau boleh juga diartikan dengan gigih dan bersemangat.

So, keep spirit ya guys...


2. E-nyahkan rasa futur dan malas.

Pepatah bilang nih ya, "Malas pangkal BODOH" dan "Bodoh pangkal MISKIN", alamak...

Emang malas ini bahaya bro, jangan sampe deh kita takluk dengan si malas ini ya.

Mau baca quran, malas
Mau sholat dhuha, malas
Mau menghafal, malas
Mau mandi, malas (iiih... amit2 deh)
Mau makan, malas (malas dikit maksudnya :D)

Malas... malas... dan malas...

Buang ke laut aja deh...


3. N-yata dalam perkataan dan perbuatan.

Ini juga penting bro, kalo bahasa iklannya sih "Talk Less Do More"

Lebih lanjut Allah ﷻ juga ternyata sangat membenci orang yang ngomong dan kenyataannya gak sesuai bro, alias NATO (No Action Talk Only -terjemah bebasnya banyak ngomong gak ada kerjaannya-).

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Saff : 3)


4. I-mannya selalu dirawat dan dijaga.

Para ulama' membuat sebuah rumus paten tentang iman bro, udah pada tahu belum rumusnya? Cekidot deh klo belum tahu...

الإيمان يزيد و ينقص، الإيمان يزيد بالطاعات وينقص بالمعاصي
Artinya kira2, "Iman itu bisa bertambah dan berkurang, iman bertambah itu dengan (mengerjakan) ketaatan kepada Allah ﷻ (yaitu dengan amal sholih tentunya), dan iman akan berkurang dengan (mengerjakan) kemaksiatan".

So, jaga imanmu dengan banyak mengerjakan amal-amal sholih ya bro, sambil trus belajar menjauhi maksiat agar iman kita gak rusak, sepatu?


5. T-aqwa senantiasa menghiasi hidupnya.

Nih trik terakhir bro dari edisi GENIT kali ini, hehe...

Taqwa itu secara sederhana boleh dimaknai dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan Allah ﷻ dan Rasul-Nya juga, semampu yang kita bisa tentunya.

Gak bakal nyesel deh jadi orang bertaqwa bro, di Al Quran juga banyak kok dikabarkan tentang keutamaan orang yang bertaqwa, misalnya nih ya :

a. Dicintai Allah ﷻ,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
"Sesungguhnya Allah mecintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah : 4)

b. Dimudahkan segala urusannya,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. At-Talaq : 4)

c. Diberi jalan keluar (solusi) dari setiap permasalahannya + diberi rezeki dari arah yang gak disangka,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq : 2-3)

Dan masih banyaaaak lagi bro... amazing kan?


So... jangan lupa untuk terus jadi GENIT ya bro :D

By : Satria






Cobalah Jadi Akhwat yang LEBAY

Eits... gak salah tuh judulnya? Serem amiir yak kayaknya :serem:

Jangan buru-buru bingung gitu dong sis, baru juga mulai nih, hehe...

Para akhwat (yang artinya adalah para saudari muslim) jangan anti dengan LEBAY ya, apalagi sampai menjauhi LEBAY, gak kebayang deh bakal seperti apa jadinya.

Bahkan nih ya, klo bisa sih kudu berusaha dan senantiasa berlatih terus untuk menjadi LEBAY, lha?

Beneran loh, bisa dibayangkan jika ada akhwat yang sulit sekali menjadi LEBAY, tentu doi akan kesulitan dan mudah sekali kehilangan ruh serta semangat untuk senantiasa menjadi akhwat yang tangguh dan istiqomah.

Bahkan bisa jadi, jika ada seorang akhwat yang tidak bisa LEBAY, ia akan mudah terhempas dan terombang-ambing di tengah samudera kehidupan yang kian hari ombaknya semakin ganas dan meninggi (penulisnya kayak pelaut aj ya :D), nah loh...

Kok masih bingung gitu sih sis, penasaran kan?

Untuk dicatat, LEBAY disini bukan sembarang lebay loh sis, apalagi lebay kayak di fesbuk atau twitter gitu, iih amit amit deh...

Yuk disimak LEBAY berikut ini sis...

1. L-uas ilmu dan pengetahuannya.

Ada sebuah ungkapan yang cukup populer dan terkenal yang mengatakan,

الأم مدرسة الأولا

Al ummu madrosatul uula

"Ibu itu adalah madrasah (sekolah atau tempat mendidik yang) pertama (bagi anak-anaknya)"

Bisa dibayangkan gak sih, apa jadinya generasi ini klo para akhwat (yg akan menjadi ummu) sempit ilmu dan pengetahuannya?

Tentu akan banyak anak-anak muslim yang kehilangan jati dirinya jika madrosah pertamanya justru malah kering dari ilmu, na'udzubiLlah...

So, teruslah perluas ilmu dan pengetahuan kita ya sis, bukannya Allah ﷻ telah mengingatkan kita dengan firman-Nya,

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah : 11)


2. E-go diri tak dijadikan halangan.

Ego dalam kamus inggris disebut dengan istilah "selfish" yang berarti sikap lebih mementingkan dirinya sendiri.

Sikap ini sudah seharusnya dijauhi dan segera dihapus dari kamus aktivitas keseharian kita sis, apalagi jika kita hidup di sebuah jama'ah atau komunitas, terlebih lagi jika posisi kita adalah seorang ibu rumah tangga, catet ya.

Sikap ini nantinya hanya akan membawa kerugian bagi diri kita sendiri, misalnya saja ketika kita lebih mementingkan diri kita sendiri dan acuh tak acuh terhadap teman atau sahabat kita, tentunya hal tersebut akan menjadikan kita dijauhi atau minimal tidak disukai oleh banyak orang, ngeri kan?


3. B-erbuat baik dan selalu terdepan.

Seorang akhwat yang tangguh itu adalah ia yang mampu menjadi trendsetter bagi sahabat2nya, terutama dalam hal kebaikan tentunya.

Ia adalah sosok akhwat yang senantiasa berakhlak dengan akhlak yang mulia, senantiasa berbuat baik, serta menjadi orang pertama yang mengerjakan kebaikan yang selalu mengisi ruh-ruh setiap nasehat yang senantiasa ia sampaikan.

Bahkan sis, kebiasaan untuk menjadi "yang selalu terdepan" (kayak iklan aj nih) ini adalah sebuah investasi yang sangat sangat menguntungkan loh, gak percaya? Coba deh renungkan sabda baginda RasuluLlah ﷺ berikut sis,

Rasulullah ﷺ bersabda,

ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ

“Barangsiapa menyeru kepada hidayah (jalan
petunjuk dan kebaikan), maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti (atau mengerjakan)nya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun". (HR. Muslim)

Masyaa Allah.... sesuatu banget kan?

Berapa banyak nih kita akan mendulang Multi Level Pahala ya???


4. A-qidahnya lurus dan jauh dari kesesatan.

Ini juga harus dicatat ya sis, seorang akhwat itu kudu bersih aqidahnya dari hal-hal yang berbau kesesatan, kayak syi'ah, JIL, dan yang sejenis dengan mereka deh...

Perlu juga diperhatikan, bahwa sasaran empuk para penyebar ajaran kesesatan juga biasanya adalah para akhwat loh, iiih sereeem...

Oleh sebab itu sis, jangan malas ikut ta'Iim atau halaqoh keilmuan ya... agar ilmu dan wawasan kita terupgrade dan terus bertambah.

Klo ilmu dan pengetahuan kita udah luas nih ya, pasti deh ajaran-ajaran kesesatan kayak yang tadi disebutkan di atas, gak akan ngaruh dan ngefek ke kita sis, tul gak?


5. Y-ang lemah lembut dan enak dipandang.

Ini yang paling penting sis, seorang akhwat itu harus kembali kepada fitrahnya loh, lemah lembut, manis tutur katanya dan menjaga penampilan serta kebersihan dirinya...

Tapi kudu diingat ya sis, jangan berlebihan... ya, jangan berlebihan.

Siapapun, pasti akan senang dengan seorang akhwat yang lemah lembut dalam akhlak dan tutur katanya, serta tidak keras dan "laki-laki" dalam kesehariannya, pasti dong...

Apalagi ditambah si akhwat rajin memperhatikan penampilan dan kebersihan dirinya, tidak terkesan kucel dan "apa adanya", wuiiih... kereeen dah...

Tapi wait, apa jadinya klo lemah lembut ini berlebihan? Penampilan serta "hiasan"nya juga tak wajar bak pameran? Oh no...

Coba deh renungin ayat yang mulia berikut sis,

... إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"...sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Baqarah : 190)

Inget keywordnya ya sis, jangan berlebihan...

And then, are you ready to be a LEBAY? :D


By : Satria


Minggu, 14 Juni 2015

Istighfar


Sesungguhnya ada 2 tempat di muka bumi ini yang AMAN dari (tertimpa) adzab Allah ﷻ.

Tempat pertama telah berlalu, tinggal tempat yang kedua

Adapun tempat yang pertama adalah, tempat dimana ada RasuluLlah ﷺ di dalamnya.

Sebagaimana firman Allah ﷻ,

"Dan Allah ﷻ tidak akan menurunkan adzab-Nya, sedangkan engkau (wahai Muhammad) ada bersama mereka"

Adapun tempat yang kedua adalah, (tempat yang banyak diucapkan kalimat) istighfar...

Sebagaimana firman Allah ﷻ,

"Dan Allah ﷻ tidak akan mengadzab mereka, sedangkan mereka termasuk orang yang banyak beristighfar"

Dan juga firman Allah ﷻ,

Nuh berkata kepada kaumnya, "Beristighfarlah kamu semua kepada Allah ﷻ Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun"

Maka dari itu (wahai sahabat ILUFiL), janganlah kalian tinggalkan istighfar untuk selama-lamanya...

AstaghfiruLlah...

AstaghfiruLlah...

AstaghfiruLlah...

Jangan lupa, kamu akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang beristighfar dikarenakan kamu telah mengingatkan mereka (dengan pesan ini)

GhofaruLlahu lanaa wa laka

Semoga Allah ﷻ mengampuni kita semua dan kamu sekalian...

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun" (QS. Al-Anfal : 33)

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

"maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" (QS. Nuh : 10)


Akhukum FiLlah...

Satria

Jumat, 12 Juni 2015

Akhir Hidup Seorang Hafizh


Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas tubuh demi tubuh pasukan romawi. Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi’in (270 H) yang HAFAL AL QURAN.

Namanya adalah sebaik-baik nama, ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim. Keimanannya tak diragukan. Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID nan NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya…???

Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan 2 AYAT SAJA YANG TERSISA. Ayat apakah itu?? Apakah penyebabnya..??

Inilah kisahnya :
Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari yang panas di tengah padang pasir yang gersang. Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi. Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula, nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang WANITA ROMAWI, tidak dengan pedang melainkan dengan ASMARA.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi. Tiba-tiba mata ‘Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya. Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.
Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu. Isinya kurang lebih:

“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab: “Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jadi milikmu.”
Syahwat telah memenuhi relung hati ‘Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran. Hatinya terbangun tembok anti hidayah.
Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah. Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra. Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam. Ia rela murtad.
Menikahlah dia di dalam benteng. Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an meninggalkan Allah dan menjadi hamba salib?
Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa. Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???”
Ia menjawab, “Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2 ayat saja yaitu :

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ.
“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”
(QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya, kutukan sekaligus peringatan Allah yang terakhir namun tak digubrisnya. Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati. Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad, apatah lagi hamba yang banyak cacat ini. Tak punya amal andalan.
Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat.
Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yg maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita.” (muttafaq ‘alaih).

Amalan Kebanggaan Suami


Amal yang Paling Kuharapkan Pahalanya
“Famâ syai’un arjâ ‘indî min hifzhî ‘alaihâ mâ kâna fî qalbihâ min jihatî.” Abu Utsman.

Dalam hidup berumah tangga, kira-kira amal apakah yang paling diharapkan pahalanya? Bagi seorang istri, tentu jawabannya adalah baktinya kepada suami dan upayanya untuk meminta keridhaan suami –setelah taat kepada Allah dan Rasul-Nya, karena suami menjadi pintu surga baginya. Dan bagi suami? Pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada Abu Utsman, lalu ia menjawab bahwa amal yang paling ia harapkan pahalanya ialah kesabarannya selama 15 tahun dalam menjaga perasaan istrinya, agar tidak tersakiti. Karena di sebagian waktunya, Abu Utsman hidup bersandingkan istrinya ini ibarat hidup di atas bara, karena istrinya buta, pincang dan buruk rupa.

Kisah suami istri ini disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam Shifatush Shafwah (4/104), Ibnu Khalkan dalam Wafiyâtul A’yân (2/370) dan Ibnu Katsir dalam Al-Bidâyah wan Nihâyah (11/130). Berikut ini adalah kisah Abu Utsman:

Muhammad bin Nu’aim Adh-Dhibbi, ia berkata, “Aku pernah mendengar ibuku bercerita, ‘Aku mendengar Maryam, istri Abu Utsman –yang lain- berkata, ‘Secara kebetulan, aku bisa bertemu dengan Abu Utsman yang sedang sendirian, lalu aku mengambil kesempatan itu untuk bertanya, “Yâ Abâ Utsmân, ayyu ‘amalika arjâ ‘indaka..., wahai Abu Utsman, amalan apakah yang paling kamu harapkan pahalanya di sisimu?”

Abu Utsman menjawab, “Wahai Maryam, ketika sudah dewasa, aku berada di daerah ray, penduduk di sana menginginkan agar aku menikah, tetapi aku menolak pinta mereka. Lalu ada seorang perempuan yang datang dan berkata, “Duhai Abu Utsman, sungguh aku mencintamu sebenar cinta hingga cintaku melenyapkan tidur dan ketenanganku. Aku memohon kepadamu dengan Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, dan aku meletakkan kepercayaan kepadamu dengan nama-Nya agar kamu bersedia menikahiku.”

Lalu aku bertanya, “Apakah kamu punya ayah?”

“Ya, namanya fulan, seorang tukang jahit di tempat ini dan ini.”

Kemudian dia berkirim surat kepada ayahnya untuk menikahkan dirinya denganku. Ayahnya bahagia dengan rencana pernikahan tersebut, dan beberapa saksi didatangkan, lalu aku menikahinya.

Ketika aku pergi menemuinya, ternyata wanita tersebut buta, pincang dan buruk rupa.
Lalu aku berkata, “Allâhumma lakal hamdu ‘alâ mâ qaddartahu lî..., ya Allah segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau takdirkan untukku.”

Setelah itu, keluargaku mencela dan menyalah-nyalahkanku. Tetapi aku tetap bertambah baik dan memuliakannya, hingga sampai tahap dia tidak membiarkanku keluar dari sisinya. Sehingga aku meninggalkan berbagai majlis ilmu, karena lebih mengutamakan keridhaannya dan menjaga perasaannya. Aku hidup dalam kondisi seperti itu selama 15 tahun lamanya. Di sebagian waktuku, aku serasa hidup berada di atas bara. Namun sama sekali aku tidak menampakkan raut wajah tidak suka kepadanya, sampai dia meninggal dunia.”

Kemudian Abu Utsman melanjutkan, “Famâ syai’un arjâ ‘indî min hifzhî ‘alaihâ mâ kâna fî qalbihâ min jihatî...., tidak ada amalan yang lebih aku harapkan pahalanya selain aku menjaga perasaannya.”

Subhanallah !  semoga Abu Utsman mendapatkan limpahan pahala atas kesabarannya dalam menjaga perasaan istrinya.

Selasa, 09 Juni 2015

Inna Ma'al 'Usri Yusron




Ini adalah sebagian dari ayat-ayat pendek namun memiliki makna yang sangat besar.

  • Di dalamnya tersirat kabar gembira bagi seorang mu'min, obat bagi hati yang perih, penawar bagi jiwa yang letih, penyembuh bagi diri yang mulai tertatih.
Para ahli tafsir menjelaskan tentang tafsir 2 ayat ini sbb,

  • Allah menggunakan kata "ma'a / bersama" sebelum kata "usri" & "yusro" bukan kata "ba'da / setelah", apa maksudnya?
Kata "ba'da" dipakai jika sesuatu tersebut telah selesai. Sedang "ma'a" dipakai untuk dua hal yang datang berbarengan.
Allah ﷻ menggunakan kata "ma'a" bukan "ba'da", artinya setiap Allah ﷻ memberi kesulitan PASTI bersamanya ada KEMUDAHAN.

  • Kata "al 'usri (dgn alif lam)" dan "yusro (tanpa alif lam) apa maksudnya?
Dalam bhs Arab, semua kata yg memakai alif lam disebut ma'rifah, yaitu memiliki makna satu dan khusus. Sedangkan jika tidak memakai alif lam disebut nakiroh, artinya banyak, luas dan umum.
Allah ﷻ memilih kata "al 'usri" & "yusro" yang diulang 2 kali artinya, setiap Allah menurunkan 1 KESULITAN maka PASTI bersamanya ada 2 atau lebih (banyak & tak terhingga) KEMUDAHAN.
ﻣَﺎﺷَﺂﺀَﺍﻟﻠّﻪُ ....

Lalu adakah alasan untuk berputus asa?
Adakah alasan untuk letih dan sedih?
Adakah alasan untuk galau dan kacau?

Jika Allah memberimu kesulitan bertemu jodoh atau rumah tanggamu tidak harmonis, istrimu tidak menarik hatimu, maka PASTI ada kemudahan-kemudahan lain yg diturunkan bersamanya.

Jika Allah memberimu kesulitan pekerjaan, study yg tersendat, rezeki yg ngadat. Maka coba ingatlah PASTI ada kemudahan-kemudahan lain yg diturunkan bersamanya.

Ingat kuncinya :

"bersama 1 KESULITAN, PASTI ada BANYAK KEMUDAHAN menyertainya"

Jika 2 ayat ini saja bisa menyembuhkanmu, maka saya katakan kepadamu, di dalam Al Quran itu terdapat lebih dari 6000 ayat

و الله اعلم
〰〰〰〰〰
@sat-AHQ

TJS #01



Assalamualaikum ustadz,,bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan RasulNya di dalam hati?

Jawab :

1. Perbanyak ilmu syar'i, trutama Ushul Tsalaatsah,

2. Perbanyak berdoa & bertawakkal kpd Allah ﷻ, smakin bnyk qt berdoa & bertawakkal, maka smakin rasa cinta qt kpd Allah ﷻ semakin besar,

3. Laksanakan segala perintah Allah ﷻ dan menjauhi segala larangan-Nya semampu yg qt bisa,

4. Menjalankan serta mencintai sunnah-sunnah RasuluLlah ﷺ,

5. Mencintai dan berjama'ah dgn org2 yg juga cinta kpd Allah ﷻ dan Rasul-Nya...

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

===========

Assalamu'alaikum ustadz/ah,ana mau tny bagaimana cara yg baik utk mengajak anak2 mau melakukan shalat 5 wkt,anak sy berkebutuhan khusus umur 8th, kalo disuruh shalat sgt susah, sgt keras hatinya, apakah ada do'a khususnya jg...?

Jawab : 

Langkah awal yg harus ditempuh adalah memberikan contoh terbaik kpd anak kita.

Lakukanlah sholat dengan tepat waktu, tunjukkan kpd anak kita bahwa dengan sholat maka hati kita akan tenang, perangai buruk juga akan berkurang serta diri menjadi lebih tenang & tidak mudah bimbang.

Tunjukkanlah hal ini kpd anak kita, karena dakwah bil hal, dakwah dengan memberikan contoh, terkadang jauh lbh efektif ketimbang dakwah dengan paksaan...

Untuk doa, cobalah senantiasa dipanjatkan doa yang dahulu juga dipanjatkan oleh NabiyuLlah Ibrahim 'alayhissalam...

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim : 40)

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب


===========

26. Bgmn muroja'ah hafalan ayat2 Qur'an sambil aktivitas spt masak,  naik motor,  jl dll juga dzikir lisan sambil aktivitas... شكرا

Jawab

Untuk muroja'ah hafalan, sebaiknya disediakan waktu dan tempat yg khusus, diutamakan yg jauh dr keramaian, agar konsentrasi benar2 bs fokus dan terpusat.

Adapun jika seandainya tidak memungkinkan, maka boleh jg disambi dgn mengerjakan hal2 lain, dengan catatan tdk merusak satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya.

Misalnya, jika disambi masak, jangan sampai malah bumbu utk masaknya jadi berantakan krn tidak bs fokus dgn memasajknya. Pun ketika berkendaraan dan lain sebagainya...

Jika mampu fokus di dua kegiatan sekaligus (muroja'ah sambil masak atau yg lainnya), maka cara muroja'ah yg bs dilakukan adlah dgn :

1. Meletakkan lembaran ayat atau surah yg ingin di muroja'ah di tempat yg bs dilihat oleh mata kita.

2. Atau bisa juga dgn menyetel berulang-ulang mp3 murottal ayat atau surah yg sdg ingin dimuroja'ah. Saran sy, pakai mp3 Syaikh Mathrood yg memang cocok utk muroja'ah.

3. Jika memungkinkan, suruh org mendampingi kita utk mengecek muroja'ah kita tersebut.

Demikian semoga bermanfa'at...

Selamat mencoba...

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

===========

41. Assalamualaikum ustadz,,bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan RasulNya di dalam hati?

Jawab : 

1. Perbanyak ilmu syar'i, trutama Ushul Tsalaatsah,

2. Perbanyak berdoa & bertawakkal kpd Allah ﷻ, smakin bnyk qt berdoa & bertawakkal, maka smakin rasa cinta qt kpd Allah ﷻ semakin besar,

3. Laksanakan segala perintah Allah ﷻ dan menjauhi segala larangan-Nya semampu yg qt bisa,

4. Menjalankan serta mencintai sunnah-sunnah RasuluLlah ﷺ,

5. Mencintai dan berjama'ah dgn org2 yg juga cinta kpd Allah ﷻ dan Rasul-Nya...

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Popular Posts

Supported By:

Supported By:
warungkoski.com
Diberdayakan oleh Blogger.